Sabtu, 22 Januari 2011

ama di pulau Jawa, Indonesia

, hiduplah beberapa farmer.they telah menikah selama beberapa tahun tetapi mereka tidak punya anak. sehingga mereka berdoa kepada rakasa yang disebut ijo buta untuk memberi mereka ijo children.buta adalah monster.he ganas dan kuat mengabulkan permintaannya pada satu condition.when anak-anak mereka telah dewasa, mereka harus mengorbankan mereka buta ijo.he suka makan daging segar petani being.the manusia sepakat untuk bulan condition.several nanti istri hamil.

       ia melahirkan seorang bayi cantik bernama Timun petani girl.they emas.the wanita itu emas happy.timun sangat sehat dan sangat cerdas girl.she juga sangat diligent.when ia adalah seorang buta ijo remaja datang ke house.timun mereka emas takut sehingga dia melarikan diri ke hide.the petani kemudian memberitahu ijo buta bahwa Timun emas masih child.they yang memintanya untuk postpone.buta agreed.he ijo berjanji akan datang tahun berikutnya ijo again.the buta datang lagi again.but dan lagi orang tua mereka mengatakan bahwa emas Timun masih anak-anak.

        ketika buta ijo ketiga kalinya datang orangtuanya telah menyiapkan sesuatu untuk him.they memberikan Timun emas jarum beberapa bambu, biji mentimun, berpakaian dan garam sebagai senjata jika ijo buta mengejarnya.

        Timun emas ketakutan sehingga ia berlari secepat ia could.when buta ijo tiba dia jauh dari home.he sangat marah ketika ia menyadari bahwa mangsanya telah left.so ia berlari mengejarnya.

         ketika buta ijo hanya beberapa langkah Timun emas ketakutan sehingga ia berlari secepat ia could.when buta ijo tiba dia jauh dari home.he sangat marah ketika ia menyadari dan mulai berlari again.when ia hanya beberapa langkah di belakang, Timun emas melemparkan dressing.this nya waktu itu berubah menjadi ijo lake.buta sibuk sendiri sehingga Timun emas lari. tapi ijo buta bisa mengatasi terus mengejarnya.

      Timun emas akhirnya ketika hampir tertangkap ia melemparkan ocean.buta ijo nya perlu Drow dan mati seketika.

       Timun emas bersyukur kepada Tuhan dan kembali ke rumahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar